MAKASSAR – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), secara resmi dipercaya sebagai Perguruan Tinggi Pelaksana (PTP) dalam penyelenggaraan Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026. Kegiatan berskala nasional ini berlangsung mulai Senin (8/6/2026) hingga Sabtu (20/6/2026) menggunakan metode bauran (blended learning). Sebanyak 264 tenaga pendidik dari kurang lebih 50 Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) di Indonesia yang dikelola di bawah naungan Kementerian Agama mengikuti sesi tatap muka (luring) yang dipusatkan di Sultan Alauddin Hotel & Convention, Makassar, serta sesi dalam jaringan (daring).
Ketua LPM UIN Alauddin Makassar, Muhammad Nur Akbar Rasyid, M.Pd., M.Ed., Ph.D., menyampaikan bahwa pelatihan resmi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI ini sangat krusial. Kelulusan dan sertifikat PKDP merupakan syarat mutlak bagi dosen untuk dapat mengikuti Sertifikasi Dosen (Serdos) ke depannya. Dalam arahannya, beliau mengingatkan kembali esensi utama dari profesi tenaga pendidik di lingkungan perguruan tinggi.
"Dosen bukan sekadar profesi mengajar, melainkan panggilan jiwa untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa," tegas beliau di hadapan para peserta.
Keterlibatan aktif LPM UIN Alauddin Makassar menjadi wujud nyata komitmen institusi dalam mengawal standar dan kualitas pelatihan. Pemilihan metode blended dirancang agar peserta dapat menyerap materi secara maksimal melalui platform digital maupun diskusi interaktif langsung. Selama masa pelatihan, peserta dibekali materi komprehensif, mulai dari Kebijakan PKDP, strategi dan evaluasi pembelajaran, hingga paradigma keilmuan.
Secara spesifik, program ini berfokus pada lima pilar utama kompetensi dosen:
a) Pedagogik: Keterampilan mengajar dan transfer ilmu.
b) Moderasi Beragama: Penguatan wawasan kebangsaan dan toleransi.
c) Penulisan Karya Ilmiah: Publikasi dan penelitian.
d) Karier & Jabatan Dosen: Pemahaman kepangkatan dan pengembangan profesi.
e) Integrasi Keilmuan: Penerapan paradigma keilmuan perguruan tinggi.
Melalui penyelenggaraan kegiatan strategis ini, ke-264 peserta diharapkan dapat menyerap berbagai ilmu dan keterampilan baru yang relevan dengan tantangan dunia akademik saat ini. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian PKDP 2026, para dosen pemula dituntut mampu mengimplementasikan kompetensi yang didapat di institusi masing-masing. Hal ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam upaya peningkatan mutu, kapasitas, dan kualitas pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia secara berkelanjutan.