Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sultan Amai Gorontalo melaksanakan kegiatan benchmarking ke Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Alauddin Makassar pada Rabu, 23 September 2026. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.00 hingga 12.00 WITA ini bertempat di Ruang Rapat LPM, Lantai I Gedung Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, dengan agenda utama penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan akselerasi budaya mutu perguruan tinggi.
Kunjungan delegasi UIN Sultan Amai Gorontalo disambut hangat oleh jajaran pimpinan dan staf LPM UIN Alauddin Makassar. Acara resmi dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu LPM UIN Alauddin Makassar, Dr. Alim Syariati, S.E., M.Si., yang mewakili Ketua LPM. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan saling berbagi praktik baik (best practices) antarterstruktur perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) guna menjawab tantangan regulasi penjaminan mutu terkini.
Delegasi UIN Sultan Amai Gorontalo dipimpin oleh Plt. Ketua LPM, Mukrimin, Grad Dipl. MA Gov., Ph.D., didampingi Plt. Sekretaris LPM, Dr. Andi Nurwati, S.S., M.Pd., Plt. Koordinator Pengembangan Standar, Dr. Muhammad Khadhary, S.Ag., M.Ag., serta jajaran ketua jurusan, sekretaris jurusan, dan tim teknis penjaminan mutu. Kunjungan ini dilatarbelakangi oleh semangat transformasi kelembagaan pasca-terbitnya Peraturan Presiden No. 46 Tahun 2024 tentang alih status menjadi UIN, sekaligus upaya menyelaraskan dokumen mutu dengan Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023.
Selama diskusi berlangsung, LPM UIN Alauddin Makassar memaparkan berbagai inovasi tata kelola mutu yang telah diimplementasikan. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah pembaruan dokumen SPMI berbasis risiko serta pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Audit Mutu Internal (SIAMI) dan platform katalog mutu terpadu (KAWALMU). Aplikasi ini dirancang secara mandiri untuk mempermudah pelaksanaan audit, merekam jejak tindak lanjut (ATL), serta mengintegrasikan instrumen Monitoring dan Evaluasi (Monev) secara digital tanpa bergantung penuh pada vendor luar.
Di sisi lain, perwakilan UIN Sultan Amai Gorontalo turut berbagi pengalaman mengenai capaian pendampingan akreditasi yang berhasil mengantarkan 12 program studi meraih predikat Unggul, serta keberhasilan implementasi program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan aplikasi penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) otomatis. Pertemuan ini juga mendiskusikan implementasi aplikasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) "Si Cermat" guna mengukur pencapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) secara presisi.
Plt. Ketua LPM UIN Sultan Amai Gorontalo, Mukrimin, Ph.D., menyampaikan apresiasi mendalam atas penerimaan dan keterbukaan informasi dari LPM UIN Alauddin Makassar. "Kunjungan benchmarking ini memberikan gambaran yang sangat komprehensif, khususnya mengenai strategi kemandirian sistem informasi penjaminan mutu serta pengisian siklus PPEPP yang tertib. Pengalaman dan praktik baik yang dibagikan UIN Alauddin Makassar menjadi rujukan berharga bagi kami dalam menyempurnakan dokumen mutu dan mengakselerasi digitalisasi SPMI di kampus kami," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, kedua lembaga sepakat untuk terus mempererat silaturahmi akademik dan kolaborasi dalam pengawalan standar mutu pendidikan tinggi. Langkah benchmarking ini diharapkan dapat memperkokoh komitmen bersama dalam mewujudkan iklim akademik yang unggul, berdaya saing, serta berkelanjutan di lingkungan PTKIN.