Lewati ke konten utama
PASILELE

Berita LPM

Berita LPM · 03 September 2026

Kawal Integritas Akademik, LPM Hadirkan Pembekalan Mutu bagi 900 Mahasiswa Baru Pascasarjana UIN Alauddin

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Alauddin Makassar turut berperan strategis dalam kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor Pascasarjana yang digelar pada Rabu, 2 September 2026, di Ruang Rapat Senat Lantai IV Rektorat. Dihadiri oleh lebih dari 900 mahasiswa baru, kegiatan ini menghadirkan Ketua LPM, H. Muhammad Nur Akbar Rasyid, Ph.D., dan Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu LPM, Dr. Alim Syariati, M.Si., sebagai pembicara utama untuk menanamkan nilai integritas dan standar mutu akademik. Bersama Wakil Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Hasyim Haddade, M.Ag., orientasi ini bertujuan membangun fondasi kedisiplinan dan kejujuran ilmiah agar mahasiswa mampu mencapai target akademik secara optimal serta menghasilkan riset yang kredibel dan berkualitas.

Kawal Integritas Akademik, LPM Hadirkan Pembekalan Mutu bagi 900 Mahasiswa Baru Pascasarjana UIN Alauddin

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar turut mengambil peran strategis dalam mengawal kualitas pendidikan tingkat lanjut melalui kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru Program Magister (S2) dan Program Doktor (S3) Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027. Berlangsung pada Rabu, 2 September 2026, di Ruang Rapat Senat Lantai IV Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar, kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA ini menjadi momentum krusial untuk menanamkan budaya mutu dan integritas akademik sejak hari pertama masa studi.

Pada tahun akademik ini, Pascasarjana UIN Alauddin Makassar mencatatkan penerimaan yang sangat signifikan, yakni lebih dari 900 mahasiswa baru melalui dua gelombang proses seleksi. Capaian ini dipandang oleh pihak universitas sebagai tantangan sekaligus momentum besar untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan standar akademik di lingkungan kampus.

Wakil Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Hasyim Haddade, S.Ag., M.Ag., dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa orientasi merupakan langkah awal yang wajib diikuti guna memastikan mahasiswa memahami sistem dan tata tertib yang berlaku.

“Makanya kita buka kesempatan seluas-luasnya agar mahasiswa baru paham betul seperti apa tata cara kuliah di pascasarjana,” ujar Prof. Hasyim. Beliau menaruh harapan besar agar para mahasiswa dapat menjalani proses pendidikan secara terarah, mematuhi setiap ketentuan akademik, menyelesaikan studi sesuai target waktu, serta meraih capaian akademik yang paling optimal.

Penguatan budaya mutu menjadi salah satu fokus utama dalam pembekalan ini. Ketua LPM UIN Alauddin Makassar, H. Muhammad Nur Akbar Rasyid, M.Pd., M.Ed., Ph.D., hadir langsung sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai peran strategis mahasiswa dalam membangun ekosistem mutu di perguruan tinggi.

Dalam paparannya, Ketua LPM menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak semata-mata diukur dari capaian akhir berupa nilai atau gelar, melainkan dari proses yang dijalankan secara disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi. Beliau mengimbau para mahasiswa pascasarjana untuk senantiasa menjunjung tinggi etika akademik, menjaga kejujuran ilmiah, menghindari segala bentuk plagiarisme, serta memproduksi karya penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik dan komunitas keilmuan.

Budaya mutu, lanjutnya, harus bertransformasi menjadi kesadaran bersama. Mahasiswa sebagai bagian integral dari ekosistem akademik memiliki peran pengawasan dan partisipasi untuk memastikan proses pembelajaran maupun riset berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan oleh universitas.

Melalui orientasi ini, diharapkan tercipta fondasi yang kokoh bagi para mahasiswa baru untuk menjalani dinamika pendidikan dengan kedisiplinan dan integritas yang tinggi. Dengan berorientasi penuh pada mutu, sinergi antara mahasiswa, Pascasarjana, dan LPM UIN Alauddin Makassar diyakini akan melahirkan lulusan-lulusan unggul yang siap memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat luas.